Tabir Surya SPF Tinggi Lebih Optimal Lindungi Kulit ?

0
127
 
Terik matahari semakin menyengat kulit. Tak heran, semakin banyak yang mulai menggunakan krim dengan SPF tinggi sebagai solusinya. Namun, benarkah krim SPF tinggi mampu melindungi kulit lebih optimal?
 
SPF atau Sun Protection Factor merupakan indikator seberapa baik tabir surya dapat memantulkan sinar ultraviolet. Artinya, SPF bukanlah komposisi, melainkan indikator.
 
Terdapat dua jenis sinar ultraviolet yang dapat membahayakan kulit, yaitu ultraviolet A (UVA) dan ultraviolet B (UVB). Sinar UVA dapat mempercepat tanda-tanda penuaan pada kulit, seperti kerut dan bintik-bintik hitam.
 
Sedangkan sinar UVB dapat membuat kulit Anda terbakar. Namun secara keseluruhan, tingginya paparan kulit pada kedua sinar ini berpotensi menyebabkan kanker kulit.
 
SPF Pelindung Kulit
 
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di Journal of American Medical Association Dermatology tahun 2015, lebih dari 50% partisipan studi memiliki persepsi yang salah terhadap tabir surya. Mereka mengira bahwa tabir surya SPF 30 memiliki fungsi perlindungan 2 kali lipat dibandingkan dengan tabir surya SPF 15.
 
Faktanya, perlindungan antara SPF 30 dan 15 tidak berbeda jauh. Ini karena tabir surya SPF 15 dapat menahan sinar UVB sebanyak 94%, SPF 30 sebesar 97%, dan SPF 45 sebesar 98%.
 
Ketika menggunakan tabir surya, Anda juga perlu mengaplikasikan ulang setiap 2 jam, setelah berkeringat, terkena air atau berenang.
 
Dengan kata lain, percuma saja Anda menggunakan tabir surya SPF 50 dengan harga mahal jika tidak mengaplikasikannya ulang setelah beberapa waktu.
 
Sebenarnya, menggunakan tabir surya SPF 15 saja sudah cukup. Namun, jika Anda cenderung beraktivitas di luar ruangan, jangan ragu untuk menggunakan tabir surya dengan SPF 30.
 
Jadi, tinggi rendahnya SPF bukanlah jaminan perlindungan kulit secara menyeluruh. Hal yang terpenting adalah cara pemakaian, serta aktivitas yang Anda lakukan.

Yuk Komentar

Jangan lupa kasih komentar
Masukkan nama kamu